Apa yang kita tulis tidak lain dan tidak bukan adalah rangkaian kata-kata yang yang pada akhirnya tersusun membentuk sebuah pola kalimat.
Pola kalimat adalah suatu bahasa merupakan kesatuan pikiran dari kata-kata yang berkaitan. Bahasa tulis mengajarkan kita, kalimat diawali huruf kapital (huruf besar) dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru atau tanda tanya.
Kesatuan kata-kata yang terkandung dalam kalimat memiliki peran atau fungsi yang berbeda. Dikarenakan fungsinya yang berbeda-beda, maka dinamakan unsur-unsur kalimat yang menjadi penyusun utamanya.
Kalimat-kalimat yang telah kita digunakan dapat dikembalikan ke dalam bentuk kalimat dasar yang sangat terbatas. Atau kata lainnya, semua kalimat yang digunakan berasal dari beberapa pola kalimat dasar.
Pengertian kalimat dasar adalah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti, belum mengalami pengubahan dan pengembangan kalimat. Kalau ingin mengembangkan kalimat dasar, maka kita harus menciptakan pola kalimat yang mengatur kaidah penulisan kalimat. Pola kalimat yang dipakai dengan menggunakan kalimat dasar, lalu ditambah dengan unsur-unsur kalimat lain.
Unsur Kalimat
Terdapat unsur-unsur kalimat yang membentuk sebuah kalimat, antara lain adalah :
- Subjek (S)
adalah pelaku atau orang yang melakukan kegiatan tertentu, perannya sebagai penunjuk pelaku yang termasuk dalam suatu pekerjaan. Subjek biasanya dapat berupa kata benda, seperti orang, hewan, tumbuhan, dan benda lainnya.
Contoh : Andra, Susi, Ayah, Ibu, Sekolah, Kucing, Awan, Laut, Gunung
- Predikat (P)
Adalah unsur kalimat yang menyatakan aktifitas yang sedang dilakukan oleh subjek dalam sebuah kalimat. Predikat biasanya terdiri dari kata-kata kerja.
Contoh : Melukis, Membaca, Mendorong, Memasak, Melamun
- Objek (O)
Objek merupakan sesuatu yang dikenakan tindakan oleh subjek melalui predikat, bisa dikatakan objek adalah sebagai korban dari tindakan subjek. Objek terdiri dari kata benda. Contohnya : adik, kita, celana, gajah, buku, kursi, tangga
- Keterangan (K)
Keterangan disini menjelaskan unsur dimana, bagaimana, kapan, kejadian yang dinyatakan dalam kalimat yang terbentuk. Keterangan dalam kalimat berfungsi sebagai penambah atau pelengkap saja, bisa diletakkan di depan maupun di belakang kalimat. Keterangan dalam kalimat dapat berupa :
a) Keterangan Waktu : besok malam, kemarin, bulan depan, tiga hari yang lalu, tahun depan, jam delapan pagi, pada musim dingin
b) Keterangan Tempat : di kampus, di kebun, di kelas, di kamar, di warung, di jalan, di mobil
c) Keterangan Alat : mengendarai mobil, naik sepeda, menggunakan pisau, menggunakan garpu, menggunakan sapu
d) Keterangan Cara : dengan lemas, dengan bahagia, dengan serius, dengan jalan, dengan cepat
e) Keterangan Tujuan : supaya sehat, agar lancar, supaya mengkilap, agar lulus ujian, supaya lekas sembuh
f) Keterangan Penyerta : bersama sahabatnya, beserta keluarganya, dengan adiknya, ditemani kawan dekatnya
- Pelengkap (Pel)
Pelengkap adalah unsur kalimat yang melengkapi unusr-unsur lainnya, untuk menambahkan atau menjelaskan arti dari keterangan. Pelengkap dalam sebuah kalimat berfungsi sama halnya dengan objek (O), tapi yang membedakan adalah pelengkap tidak dapat dijadikan atau diubah menjadi subjek (S) dalam kalimat pasif. Pelengkap biasanya terletak setelah predikat atau setelah objek.
Contohnya : Anak yang tersangkut paut dengan pergaulan bebas ditangkap oleh polisi. Hana membeli kue warna-warni untuk temannya di pondok.
Pola Kalimat
Seperti pada umumnya, kalimat Bahasa Indonesia memiliki delapan pola kalimat yang bisa kita kembangkan. Berikut ini adalah macam-macam polanya kalimat :
- Berpola S-P
Kalimat ini mempunyai unsur subjek dan predikat. Predikat yang digunakan dapat berupa kata kerja, kata benda, dan kata sifat.
Contoh : Nia sedang berdandan.
S : Nia
P (Verbal) : sedang berdandan
Keterangan : Nia sebagai subjek yang melakukan pekerjaan berdandan, sedangkan berdandan adalah pekerjaan yang sedang dilakukan. Predikat di atas termasuk predikat kata kerja.
- Berpola S-P-O
Kalimat tipe satu ini mempyai unsur subjek, predikat, dan objek berupa nomina atau frasa nomina.
Contoh : Gio memakan roti cokelat.
S: Gio
P: memakan
O: roti
Ayah mencuci mobil.
S: Ibu
P: mencuci
O: piring
Keterangan : Ibu melakukan pekerjaan sebagai ‘P’ = Predikat yang dicuci atau dikenai pekerjaan adalah piring (objek).
- Berpola S- P- Pel
Terdiri dari gabungan unsur subjek, predikat serta ditambah dengan adanya pelengkap. Biasanya pelengkap sering berupa kata sifat.
Contoh : Saya minum kopi yang dingin
S: Saya
P: minum
O: kopi
Pel: yang dingin
Penjelasan :
Saya berperan sebagai subjek, lalu kegiatan minum sebagai predikat. Dan yang diminum adalah kopi yang dingin sebagai unsur penjelas dengan menggunakan kata sifat dingin.
- Berpola S-P-Pel
Contoh : Dia bersikap yang dingin
S: Dia
P: bersikap
Pel: yang dingin
Penjelasan :
Dia adalah subjek, bersikap merupakan kegiatan predikat, nasi adalah objek yang dimakan, yang dingin adalah penjelas dari nasi yang menjadi objek.
Ibunya mencuci piring yang kotor.
S: Ibunya
P: mencuci
O: piring
Pel: yang kotor
Penjelasan :
Subjeknya adalah (ibunya), melakukan kegiatan mencuci (predikat), yang dicuci adalah piring (objek yang menjadi korban). Yang kotor adalah penjelas dari kondisi piring.
- Berpola S- P – K
Contoh : Paman datang dari desa.
S: Paman
P: datang
K: dari desa
Adik bermain dengan ceria.
S: Adik
P: bermain
K: dengan ceria
Penjelasan :
Adik menjadi subjek melakukan bermain. Keterangan yang digunakan adalah dengan ‘ceria’ merupakan keterangan cara saat si subjek melakukan pekerjaan bermain.
- Berpola S-P- O- K
Contoh :
Rudi mengendarai mobil ke jalan berliku.
S: Rudi
P: mengendarai
O: mobil
K: ke jalanan berliku
Ayub membeli gorengan tadi pagi.
S P O
Penjelasan :
Ayub menjadi (subjek) karena melakukan pekerjaan, yaitu membeli (predikat). yang dibeli nenek adalah gorengan (objek), keterangan waktunya adalah tadi pagi.
- Berpola S-P-Pel- K
Contoh :
Hasan memilih yang pantas dengan teliti.
S P Pel K
Penjelasan :
Subjeknya adalah Hasan, melakukan pekerjaan memilih (predikat), dikenai pekerjaan atau yang dipilih adalah yang pantas (pelengkap). Dengan teliti adalah keterangan cara memilih.
- Berpola S- P- O-Pel- K
Contoh :
Adia mengirimi uang gaji setiap bulan.
S P O Pel K
Penjelasan :
Adia menjadi subjek (S) yang sedang melakukan pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukan adalah mengirim (predikat). Yang dikirim adalah uang (objek), gaji adalah pelengkap dari kata sifat jenis uang. Setiap bulan adalah keterangan waktu.
Kakek makan nasi padang dengan ayam goreng dengan lahap.
S P O Pel K
Penjelasan :
Kakek melakukan sesuatu, jadi ia adalah subjek. pekerjaan yang dilakukan kakek adalah makan (predikat), yang dikenai pekerjaan adalah nasi padang (objek). Nasi padang ditambah dengan ayam goreng sebagai (pelengkap) dan dilakukan dengan cara yang lahap (keterangan cara).
Setelah mengetahui beberapa pola kalimat di atas, bagaimana? Sudah paham kan bagaimana cara membuat kalimat sesuai dengan pola yang berlaku. Selamat mencoba menyusun kalimat ya…

Leave a Reply