Macam – macam Diksi dalam Bahasa Indonesia

Diksi adalah salah satu peran yang sangat penting bagi dunia tulis menulis, terutamanya dalam bidang sastra. Tanpa adanya diksi yang unik dan menarik, maka pembaca tidak akan terkesan ketika membaca tulisan Anda. Mau tahu apa saja macam-macam diksi dalam bahasa Indonesia? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini. Macam-macam Diksi dalam Bahasa Indonesia  
  1. Sinonim
Pilihan kata yang memiliki persamaan makna dinamakan sinonim. Penulis yang menggunakan kata sinonim biasanya bermaksud untuk lebih menyesuaikan ekspresi yang ingin diungkapkan dengan apa yang dikatakan / dituliskan. Contoh: Tewas (ekspresi pengungkapan kata yang kasar) dan wafat (ekspresi pengungkapan kata yang lebih halus)
  1. Antonim
Pilihan kata yang memiliki makna berlawanan disebut antonim. Antonim ini adalah kebalikan dari sinonim. Contoh : kata antonim dari luas adalah sempit.
  1. Polisemi
Frasa kata yang memiliki banyak makna dinamakan polisemi. Contoh : Kata kepala yang bisa dimaknai sebagai bagian tubuh yang terletak di atas leher. Kepala juga bisa dimaknai sebagai bagian yang terletak di sebelah atas atau pun depan.
  1. Homograf
Kata- kata yang memiliki tulisan sama namun mempunyai arti berbeda begitu pula bunyinya dinamakan dengan homograf. Contoh : Tahu (tahu ini bisa dimaknai sebagai makanan dan juga mengethui atau memahami sesuatu.
  1. Homofon
Kata-kata yang memiliki bunyi yang sama namun maknanya berbeda begitu pula ejaanya dinamakan homofon. Contoh : massa dan masa (meskipun bunyinya ketika diucapkan sama, namun ketika ditulis maka memiliki arti yang berbeda di mana massa artinya adalah berat sementara masa adalah waktu).
  1. Homonim
Homonim adalah kata-kata yang memiliki ejaan yang sama tapi bunyinya berbeda begitu pula maknanya. Contoh : Asep dan asep. (Asep yang pertama adalah nama orang, sementara asep kedua, bagi orang dengan logat bahasa Betawi yang kental, asap bisa juga diucapkan asep. Keduanya memiliki ejaan yang sama, tapi beda makna dan bunyi).
  1. Hiponim
Kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata lainnya adalah definisi dari hiponim. Contoh : Bawal yang telah termasuk ke dalam makna kata ikan.
  1. Hipernim
Hipernim merupakan kebalikan dari definis hiponim, yang berarti sebuah kata telah mencakup makna kata lain. Contoh : kata “sempurna” telah mencakup kata baik, bagus, indah dan sebagainya. Selain ke-delapan jenis kata diksi, adapula kalimat denotatif dan konotatif yang mewakili sebuah diksi. Apa itu denotatif dan konotatif?
  1. Denotatif
Makna denotasi adalah makna yang coba diungkapkan dalam alam wajar secara eksplisit. Wajar yang dimaksud dalam makna denotasi adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotasi sendiri merupakan suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif. Contoh :
  • Chris John benar-benar membanting tulang lawannya hingga tangan sang lawan menjadi patah.
  • Sebaiknya Ani harus menghindari kebiasaan menggigit jari, sebab jika dibiarkan bisa sampai tua sangat tidak baik.
  • Angga harus berlatih angkat kaki setelah terpeleset di kamar mandi.
  • Pak Dani memiliki sapi perah yang sangat banyak di kandangnya.
  • Terlalu lama menyimpan buku di dalam lemari yang kotor bisa menyebabkan kutu buku
  • Jari Adi terbakar ketika ia sedang asyik bermain api bersama teman-temannya.
  • Paman sedang berusaha untuk naik tangga memperbaiki genteng rumah yang bocor.
  • Meja hijau adalah meja yang identik dengan meja tenis
  • Tangan kanan Aji terkilir dan sekarang ia kesakitan.
 
  1. Konotatif
Makna konotasi adalah makna yang diungkapkan secara kultural atau emosional yang bersifat subjektif. Kalimat konotasi melekat dalam suatu frase sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Secara sederhananya, makna konotasi adalah frase atau kata yang memiliki makna kata yang tidak sebenarnya. Konotasi sendiri dibagi menjadi dua, yakni konotasi positif dan makna konotasi negatif. Untuk makna konotasi positif, maka kalimat ini memiliki makna menyanjung sementara makna konotasi negatif bermakna mencela atau menyindir. Makna konotasi sendiri timbul dari sikap pribadi, sikap sosial, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna yang sudah terkonsep.  
  • Semua permasalahan yang ada di perusahaan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. (kepala dingin artinya tidak emosi dan sabar)
  • Banyak sekali tikus kantor yang merajalela di Indonesia, KPK harus lebih jeli lagi.(tikus kantor artinya koruptor)
  • Perusahaan ABD yang terkenal itu akhirnya mulai gulung tikar dan tidak mampu membayar karyawannya. (gulung tikar artinya bangkrut)
  • Dudung adalah anak yang nakal dan suka bermuka tembok. (bermuka tembok artinya tidak tahu malu)
  • Dodit benar-benar orang yang pemalas dan berotak udang. (otak udang artinya bodoh)
  • Dani harus segera angkat kaki dari rumah kontrakannya jika tidak ingin diusir secara paksa (angkat kaki artinya dipaksa keluar/pergi)
  • Danial lebih suka makan dengan telur mata sapi daripada telur yang diceplok. (telur mata sapi artinya telur ceplok).
  • Rani menjadi besar kepala setelah menjadi juara berturut-turut di kompetensi Biologi.  (besar kepala artinya sombong)
  • Ketika muda ibu menjadi kembang desa yang banyak dikagumi. (kembang desa artinya gadis pujaan)
  Ya, seperti itulah jenis-jenis diksi , diksi adalah pilihan kata yang sering digunakan oleh penulis untuk lebih menarik perhatian pembaca.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *