Pemerintah menganjurkan kita untuk tetap berada di dalam rumah selama 14 hari. Pasalnya, wabah coronavirus yang saat ini merebak memiliki potensi penyebaran yang sangat cepat. Dengan mengikuti instruksi itu, kita sudah turut membantu memerangi wabah tersebut.
Karena instruksi itu pula, banyak orang memilih work from home atau bekerja dari rumah. Bahkan, di beberapa negara, pemerintah dan para pemuka agama menganjurkan masyarakatnya untuk menunaikan ibadah di rumah saja.
Jika dilihat dari segi positifnya, kita jadi memiliki lebih banyak waktu luang untuk dihabiskan bersama keluarga. Sebagai insan yang baik, momen ini harus kita manfaatkan untuk makin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kira-kira, amalan apa saja yang bisa dilakukan dari rumah, ya?
1. Berdoa kepada Allah demi Kebaikan Umat
Dalam sebuah hadis, disebutkan sebagai berikut.
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’”
(HR. Muslim)
Dalam situasi seperti ini, tentu banyak saudara kita yang merasa kesulitan. Misalnya, dagangan yang menjadi sepi pembeli, upah kerja harian yang makin seret, dan lain sebagainya. Maka, alangkah baiknya jika kita memohon kepada Allah agar mereka selalu dalam lindungan-Nya. Dengan begitu, malaikat pun akan turut mendoakan keselamatan kita.
2. Memperbanyak Zikir
Rasulullah SAW bersabda:
“Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai oleh (Allah) Arrahman, yaitu kalimat subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘adzhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung).”
(HR. Bukhari)
Berdasarkan hadis di atas, kita tahu bahwa Allah menyukai saat kita mengucapkan tasbih. Bacaan sederhana yang hanya terdiri dari beberapa lafal itu rupanya dapat memberatkan timbangan kita saat menghadapi hari penghitungan nanti. Subhanallah! Tidak ada alasan untuk tidak mengucapkannya walaupun hanya di dalam hati.
3. Membantu Saudara Kita yang Membutuhkan
“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)
Dalam situasi wabah seperti ini, salah satu bentuk gotong royong paling sederhana yang dapat kita lakukan adalah memilih berada di dalam rumah. Dengan begitu, beban saudara kita yang bekerja sebagai tenaga kesehatan dapat sedikit teringankan. Apabila kita meringankan beban saudara kita, bukankah Allah akan meringankan beban kita juga?
4. Menghafal Al-Quran
“Barangsiapa membaca Al Quran dan menghafalkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga serta akan memberi syafaat kepada sepuluh dari keluarganya yang seharusnya masuk neraka.”
(HR. Ibnu Majah)
Hadis di atas cukup menjelaskan keutamaan menjadi seorang hafiz atau hafizah. Daripada melakukan hal lain yang sifatnya hanya membuang-buang waktu, akan lebih baik jika kita menghafal Al-Quran. Dengan begitu, selama 14 hari berada di rumah, kita tidak hanya menunggu, tetapi juga mencicil surga di akhirat kelak.
Selain keempat hal di atas, tentu masih ada sesuatu yang bermanfaat lainnya untuk kita lakukan selama 14 hari di rumah. Selagi masih ada kesempatan, pembatasan sosial bukanlah alasan untuk tidak menambah amalan.

Leave a Reply