Hai, kenalin Aku Bee,
teman baikmu..

Kalau Kamu Hari Ini Ngerasa Capek..
Sini, Duduk Dulu..

Aku nggak tahu gimana kamu bisa sampai di halaman ini.
Mungkin cuma iseng scroll TikTok atau IG.
Mungkin karena kamu lagi gabut di tengah malam.
Atau mungkin karena seseorang yang peduli, diam-diam ngeshare ini ke kamu.

Tapi yang aku tahu pasti:
Kamu ada di sini.
Dan itu… udah cukup.

Cukup buat bilang:
“Terima kasih, karena kamu masih bertahan.”

Nggak semua orang tahu rasanya bangun pagi dengan dada berat.
Nggak semua orang ngerti gimana rasanya nahan tangis, padahal senyum harus tetap dipasang.
Nggak semua orang sadar…
Kalau kamu selama ini hidup bukan buat diri sendiri, tapi buat banyak orang yang kamu jaga.

Mungkin kamu capek. Tapi nggak tahu capek karena apa.
Mungkin kamu udah terlalu lama kuat, tapi nggak ada yang nanyain:

“Kamu… baik-baik aja nggak?”

Mungkin kamu pernah berharap ada yang ngerti,
tapi yang datang malah nyuruh kamu sabar, tanpa tahu sabarmu udah sampai titik darah penghabisan.

Atau…
Mungkin kamu pernah ada di fase ini:

  • Nggak punya tempat buat cerita.

  • Nggak bisa cerita karena semua orang mengandalkanmu.

  • Nggak tahu harus mulai dari mana… karena kamu sendiri bingung kamu lagi kenapa.

Dan hari ini… kamu sampai di page ini.
Mungkin ini bukan kebetulan.
Mungkin ini Allah lagi ngajak kamu:

“Sini, istirahat sebentar. Biar Aku yang jagain hatimu.”

Nggak perlu buru-buru.
Nggak harus langsung beli apa-apa.
Cukup duduk.
Baca ini pelan-pelan.
Tarik napas.
Tenangkan pikiran.

Ini ruang buat kamu.
Yang selama ini selalu jadi ruang untuk semua orang… tapi lupa punya ruang sendiri.

Pernah ngerasa kayak gini?

“Aku pengen cerita, tapi bingung harus ke siapa.”
“Aku pengen pulih, tapi dunia jalan terus, nggak nunggu aku sembuh.”
“Aku selalu jadi solusi buat orang lain… tapi siapa yang nyariin aku waktu aku hilang?”

Mungkin kamu adalah kakak yang kuat di depan adik-adikmu.
Istri yang tetap masak meski hatinya hampa.
Ayah yang senyum di ruang tamu, tapi menangis diam-diam di kamar mandi.
Anak pertama yang selalu bisa diandalkan, tapi nggak pernah dikasih ruang untuk gagal.

Kamu tahu?
Itu semua bukan kelemahan.
Itu tanda… kalau kamu udah terlalu lama menanggung semuanya sendirian.

Dan nggak apa-apa kalau hari ini kamu ngerasa lelah.
Serius, nggak apa-apa.

Kamu boleh drop.
Boleh istirahat.
Boleh diam.
Boleh bilang, “Aku nggak kuat hari ini.”

Karena kamu…
manusia.
Dan manusia butuh jeda.

Kita hidup di zaman yang aneh.
Semua orang terlihat bahagia.
Tapi kamu tahu itu topeng.

Semua orang terlihat punya arah.
Tapi kamu tahu banyak dari mereka juga kebingungan.

Dan kamu… mungkin salah satunya.

Kita terlalu sering scroll kehidupan orang lain, sampai lupa denger suara hati sendiri.
Kita terlalu sering nyari validasi, sampai lupa siapa sebenarnya diri kita.
Kita terlalu sibuk bertahan, sampai lupa… bahwa kita juga butuh dipeluk.

Bukan pelukan fisik. Tapi pelukan kata-kata.
Pelukan yang bilang:

“Tenang. Kamu masih layak untuk dicintai. Meski hari ini kamu merasa kosong.”

Jangan terlalu keras sama dirimu sendiri.
Kamu nggak harus berubah hari ini juga.
Nggak harus sembuh sekarang.
Nggak harus jadi versi ideal dalam waktu semalam.

Terkadang, yang kamu butuhkan bukan perubahan besar.
Tapi satu suara kecil yang bilang:

“Kamu nggak sendirian.”

“Kita jalan bareng aja, ya… pelan-pelan.”

Banyak dari kita yang terlalu cepat disuruh move on, tapi nggak pernah dikasih ruang buat nangis.
Banyak dari kita yang dianggap terlalu drama… padahal kita cuma butuh didengar.
Banyak dari kita yang pernah pengen mengakhiri semuanya, bukan karena pengen mati, tapi karena pengen hidup tanpa luka.

Dan kamu tahu?

Aku pun pernah ada di sana.
Di titik itu.
Yang nggak bisa tidur karena cemas.
Yang tiap hari rasanya kayak ngelawan dunia.
Yang pengen nyerah… tapi nggak bisa karena masih ada tanggung jawab yang harus dijaga.

Tapi saat aku bertahan satu hari lagi…
Aku sadar.
Mungkin hidup emang nggak seindah teori.
Tapi hidup juga bukan neraka yang nggak bisa dilalui.

Ada harapan.
Selalu ada.

Selama kita masih bisa bilang, “Aku akan coba sekali lagi…”
Maka, itu tandanya kita masih hidup.
Dan masih punya peluang buat menemukan cahaya.

Kalau hari ini kamu merasa capek… nggak usah berpura-pura.
Kamu boleh istirahat. Tapi jangan menyerah.
Kamu boleh nggak kuat. Tapi jangan berhenti sepenuhnya.
Kamu boleh kehilangan arah. Tapi jangan kehilangan harapan.

Dan kalau hari ini kamu butuh teman…
yang nemenin kamu lewat halaman demi halaman…
yang bisa kamu baca malam-malam sambil nyalain lampu kecil…
yang nggak kasih nasihat, tapi ngerti rasamu…

Mungkin, buku ini bisa nemenin kamu.

Bukan buku motivasi biasa.
Tapi buku yang lahir dari luka, air mata, dan pengharapan.
Dari orang-orang biasa yang pernah hampir nyerah… tapi milih buat tetap hidup.

Karena kamu nggak harus sempurna.
Tapi kamu layak untuk dilihat, didengar, dan disayangi…
meski cuma lewat kata-kata.

Respon Pembaca (Part 1)

⭐⭐⭐⭐⭐
“Kirain cuma aku yang ngerasa makin taat tapi hidup makin berat. Ternyata… banyak banget yang ngalamin. Buku ini pelan-pelan nyembuhin luka yang aku sendiri bahkan nggak sadar masih ada. Makasih, Gus.”
RR, Ibu Rumah Tangga – 32 tahun

⭐⭐⭐⭐⭐
“Bab tentang overthinking dan takut gagal tuh kayak nulis isi kepala saya sendiri. Saya baca sambil nangis, terus senyum, terus nangis lagi. Akhirnya sadar: saya belum kalah. Saya cuma belum selesai.”
CK, Mahasiswa Semester Akhir – 23 tahun

⭐⭐⭐⭐⭐
“Sebagai tenaga kesehatan jiwa, saya bisa bilang: buku ini berhasil jadi jembatan antara ilmu psikologi dan kedalaman spiritualitas. Disampaikan dengan bahasa yang ngalir dan menyentuh. Layak dibaca siapa saja.”
BT, Psikolog – 35 tahun

Tentang Buku “Jangan Nyerah!”

Buku ini…
nggak lahir dari ruang kerja yang tenang.
Nggak ditulis sambil duduk di atas awan.

Buku ini lahir dari dada yang sesak.
Dari air mata yang nggak sempat jatuh waktu semua orang lagi butuh kamu kuat.
Dari pikiran yang berisik, hati yang penuh luka, dan badan yang terus dipaksa jalan… padahal rasanya udah mau jatuh.

Buku ini ditulis oleh seseorang yang…
pernah pengen nyerah.
Pernah ngerasa semua usahanya sia-sia.
Pernah disalahpahami. Difitnah. Ditinggal. Bahkan pernah nangis sendirian di kamar, bukan karena manja, tapi karena bingung harus bertahan gimana lagi caranya.

Dan mungkin…
kamu juga pernah ada di sana.
Atau mungkin, kamu sedang di sana sekarang.

Jangan Nyerah! adalah buku buat kamu yang capek, tapi tetap bertahan.
Buat kamu yang selalu jadi bahu untuk orang lain, tapi jarang ditanyain:

“Kamu baik-baik aja nggak sih?”

Buku ini bukan tentang tokoh-tokoh besar yang hidupnya sempurna.
Justru sebaliknya.
Buku ini cerita tentang mereka yang hatinya pernah koyak.
Yang pernah jatuh. Pernah hancur.
Tapi… mereka milih buat tetap hidup.

Apa Isinya?

Isi buku ini…
bukan motivasi kosong.
Bukan tips sukses 3 langkah.
Bukan ceramah “kamu harus kuat!” dari orang yang nggak pernah tahu beratnya hidupmu.

Tapi isi buku ini…
adalah napas-napas pelan dari orang-orang yang pernah terluka, dan pelan-pelan belajar sembuh.

Kamu akan diajak duduk bareng orang-orang hebat yang hatinya pernah retak:

  • Nabi Ya’qub yang kehilangan anak, sampai matanya buta karena menangis

  • Nabi Musa yang gagap, takut gagal, dan hampir nolak perintah Allah

  • Rasulullah ﷺ yang kehilangan pasangan dan paman tercintanya di tahun yang sama

  • Imam Ghazali yang tiba-tiba nggak bisa bicara, saking remuknya batin

  • Jalaluddin Rumi yang hidupnya kayak kosong meski dipuja orang banyak

  • Buya Hamka yang menulis mahakarya di dalam penjara

Kamu juga akan ketemu kisah-kisah dari orang biasa, kayak kamu dan aku:

  • Seorang istri yang harus terus tersenyum, padahal hatinya retak

  • Seorang ayah yang diam-diam nggak punya uang buat isi kulkas

  • Seorang anak pertama yang jadi andalan di rumah, tapi jadi orang asing di dalam dirinya sendiri

  • Seorang pemuda yang takut nikah, takut gagal, tapi juga takut kehilangan

Dan semua cerita itu bukan buat bikin kamu tambah sedih.
Tapi buat bilang:

“Hei, kamu nggak sendirian. Luka kamu pernah terjadi.
Dan ada jalan untuk pulang.”

Untuk Siapa Buku Ini Ditulis?

📌 Untuk kamu yang merasa sendirian di tengah keramaian.
📌 Untuk kamu yang ngerasa hidup kamu stuck, meski udah usaha mati-matian.
📌 Untuk kamu yang pengen berubah, tapi lingkungan malah nyeret balik.
📌 Untuk kamu yang hidupnya kayak sial mulu, dan mulai curiga, “Apa Allah beneran sayang aku?”
📌 Untuk kamu yang udah dewasa… tapi belum juga nemu arah.

Dan untuk kamu yang selama ini mikir:

“Kayaknya aku harus kuat terus deh…”

“Aku nggak boleh salah…”

“Kalau aku tumbang, semua ikut jatuh…”

Kamu perlu baca ini.
Biar kamu sadar…
Kamu juga manusia.

Apa yang Akan Kamu Temukan di Dalamnya?

Buku ini dibagi menjadi enam bab utama:

  1. Bab 1 – Mereka Bilang Kita Rapuh dan Lemah
    Membongkar stigma bahwa generasi kita itu cengeng, baperan, dan nggak tahan banting. Padahal… kita cuma nggak pernah dikasih ruang buat gagal.

  2. Bab 2 – Aku Punya Banyak Masalah, Tapi Dunia Nggak Punya Waktu Buat Dengerin
    Berisi 10 luka paling umum yang dialami Gen Z dan milenial hari ini mulai dari depresi, trauma keluarga, sampai takut nikah.

  3. Bab 3 – Belajar dari 5 Guru Terbaik Dunia
    Kisah penuh inspirasi dari Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Bukan versi yang sempurna, tapi versi manusiawinya, yang juga pernah takut, gagal, dan jatuh.

  4. Bab 4 – Mereka Juga Pernah Pengen Nyerah
    Kumpulan kisah dari para sahabat, ulama, dan tokoh dunia yang tetap berdiri… meski dunia runtuh di sekitarnya.

  5. Bab 5 – Manusia-Manusia Super yang Tak Pernah Dianggap Hebat
    Cerita tentang kamu. Iya, kamu. Orang-orang biasa yang diam-diam luar biasa. Yang hidupnya kayak nggak keren di luar… tapi mulia banget di langit.

  6. Bab 6 – Penutup Buku, Pembuka Lembaran Baru
    Bagian reflektif. Nggak ngajak kamu berubah total. Cuma ngajak kamu untuk… jangan berhenti.

Kenapa Harus Kamu Baca?

Karena kamu hidup di zaman yang:

  • Orang jujur dikira bodoh

  • Orang baik sering kalah di dunia nyata

  • Ayah-ayah muda kehilangan arah setelah nikah

  • Ibu-ibu muda bingung antara anak dan cita-cita

  • Orang baik malah dicuekin, tapi yang toxic malah viral

Karena kamu pantas dimengerti.
Kamu pantas ditemani.
Dan kamu pantas pulih, tanpa harus buru-buru sembuh.

Buku Ini Nggak Akan Menghakimimu… Tapi Ngajak Kamu Pulang Pelan-Pelan

Kamu pernah baca buku motivasi yang isinya bikin kamu tambah minder?
Yang setiap halaman seolah bilang:

“Kalau kamu gagal, berarti kamu kurang iman.”
“Kalau kamu sedih, berarti kamu kufur nikmat.”
“Kalau kamu nggak bersyukur, kamu akan dibalas Allah.”

Kalimatnya keras.
Isinya benar, tapi rasanya tajam.
Bukan bikin semangat, malah bikin ciut.

Atau sebaliknya…
kamu pernah baca buku self-healing yang katanya “penuh cinta”,
tapi kok malah ngajak toleransi sama pelanggaran agama?

“Kamu nggak apa-apa kalau lagi jauh dari Allah, nanti juga Allah ngerti.”
“Ikuti aja hatimu, jangan dikekang sama aturan.”
“Kalau kamu belum siap taat, ya santai aja dulu…”

Lalu… kamu bingung sendiri.
Harus ke mana?
Satu sisi ditakut-takuti.
Satu sisi diajak terlalu longgar.
Lalu di mana tempat untuk orang-orang yang luka… tapi tetap pengen deket sama Allah?

Jawabannya:
Mungkin buku ini bisa jadi tempat singgahmu.

Jangan Nyerah! Nggak Akan Menuding, Tapi Mengulurkan Tangan

Buku ini…
nggak ditulis dari atas podium.
Tapi ditulis dari tempat jatuh.

Dari seseorang yang juga pernah takut,
pernah merasa ditinggal Allah,
pernah bingung kenapa makin taat… hidup justru makin berat.

Makanya, isi buku ini ditulis dengan bahasa yang nggak nyuruh kamu berubah dalam semalam,
tapi ngajak kamu jalan bareng pelan-pelan.

Nggak akan ada kalimat:
❌ “Kamu dosa kalau ngerasa lemah.”
❌ “Kamu salah kalau kamu cemas.”
❌ “Kamu nggak bersyukur kalau kamu sedih.”

Yang ada justru:
✅ “Nggak apa-apa, kamu manusia.”
✅ “Kamu boleh istirahat. Tapi jangan berhenti.”
✅ “Kalau kamu pengen pulang ke Allah, Allah pasti tunggu.”

Karena kami percaya:
Orang yang paling perlu dipeluk… bukan orang yang kuat.
Tapi orang yang hatinya mulai lelah, tapi masih mau bangkit.

Bahasa Buku Ini Bukan Bahasa Perintah, Tapi Bahasa Perjalanan

Setiap paragraf ditulis seolah kamu lagi ngobrol sama sahabat yang ngerti rasamu.
Bukan ceramah.
Bukan kuliah.
Tapi obrolan pelan-pelan.

Kadang kamu bakal senyum sendiri karena relate.
Kadang kamu akan berhenti lama di satu paragraf, karena kayak dibisikin isi hatimu sendiri.
Kadang kamu akan diam… lalu nangis kecil.

Karena buku ini bukan ingin terdengar bijak.
Tapi ingin menemani.

Antara Self-Healing dan Syariat, Buku Ini Menjaga Keseimbangan

Buku ini juga nggak akan ngajak kamu healing dengan cara yang bertabrakan dengan syariat.

Nggak akan ngajarin kamu:

  • Membenarkan apapun yang kamu rasakan, walau itu bertentangan sama Qur’an.

  • Memaafkan semua orang tanpa batas, walau jelas-jelas disakiti.

  • Melabeli semua luka dengan istilah trauma, lalu menjadikannya pembenaran untuk menjauh dari Allah.

Karena buku ini percaya:
Pemulihan diri yang sejati… dimulai dari mengenal Tuhanmu.
Dan healing terbaik, bukan dengan afirmasi kosong, tapi dengan kembali ke Al-Qur’an.

Tapi tenang…
Buku ini tetap lembut.
Nggak nyuruh kamu “tobat sekarang atau masuk neraka besok.”
Nggak nyuruh kamu “taat dulu baru boleh bahagia.”

Yang buku ini ajak adalah:

“Yuk, kita sama-sama pulang ke Allah. Nggak usah buru-buru. Yang penting, jangan kabur.”

Karena Allah nggak pernah butuh kamu sempurna.
Allah cuma butuh kamu terus melangkah.

Gaya Bahasa yang Merangkul, Bukan Memukul

Kalau kamu lagi drop, kamu akan merasa dimengerti.
Kalau kamu lagi capek jadi baik, kamu akan merasa ditemani.
Kalau kamu ngerasa jauh dari Allah, kamu akan diajak balik, tanpa dihardik.

Buku ini bukan buat “ngasih tahu kamu salah di mana.”
Tapi ngajak kamu duduk. Tarik napas.
Dan bilang pelan-pelan:

“Nggak apa-apa. Kamu sampai sini aja udah hebat. Yuk, lanjut bareng-bareng.”

Kalau kamu pernah takut baca buku motivasi karena isinya terlalu menyakitkan,
atau takut baca buku healing karena takut keimananmu tergeser pelan-pelan…

Maka Jangan Nyerah!
adalah jembatan di tengah-tengah.
Yang tetap mengakar pada iman.
Tapi juga mekar dengan kelembutan.

Sebuah buku yang ngajak kamu pulih…
Tapi sambil jalan bareng Allah.

Respon Pembaca (Part 2)

⭐⭐⭐⭐⭐
“Nggak punya siapa-siapa di kota besar, buku ini berasa kayak rumah. Setiap bab kayak ngajak ngobrol, bukan nguliahi. Terima kasih udah nulis ini, Gus Bee.”
BY, Anak Rantau – 25 tahun

⭐⭐⭐⭐⭐
“Sudah lama saya cari buku yang bisa jadi referensi ngasih kajian anak muda. Buku ini menyuguhkan kedalaman kisah para nabi dan sahabat dengan bahasa kekinian yang bikin hati adem. Recommended!”
PD, Pendakwah – 40 tahun

⭐⭐⭐⭐⭐
“Saya baca dari dikirimi adik saya yang masih kuliah. Bacanya pelan-pelan pas nunggu orderan. Jujur karena cuma lulusan SMP saya gak ngerti semua kata-katanya, tapi tiap saya buka halaman berikutnya, hati saya lebih tenang.”
HS, Driver Ojek Online – 38 tahun

Tentang Buku Fisiknya

  • Judul: Jangan Nyerah!

  • Penulis: Gus Bee Al-Imarah

  • Ukuran: 14,8 x 21 cm

  • Sampul: Doff Soft Cover
  • Tebal: 418 halaman

  • Cetakan Pertama: Agustus 2025

  • Diterbitkan oleh: Ghalibook Juara Indonesia

  • PO Dibuka: 2 Agustus 2025

  • Soft Launching: 18 Agustus 2025

  • Pengiriman: 25 Agustus 2025

Buku ini nggak janji bikin kamu sukses.
Nggak janji semua masalahmu hilang.

Tapi aku harap…
buku ini bisa kamu peluk malam-malam.
Saat kamu nggak punya siapa-siapa.
Saat kamu ngerasa dunia terlalu dingin.
Saat kamu nggak tahu harus ngomong ke siapa.

Dan buku ini akan bisikkan satu hal:

“Kamu nggak harus jadi hebat setiap hari.
Tapi kamu bisa… terus bertahan. Dan itu udah luar biasa.”

Jangan Buru-Buru Beli!

Kamu udah baca sampai sini.
Pelan-pelan, satu per satu.
Tanpa paksaan. Tanpa target.

Dan mungkin di tengah-tengah tadi… kamu pernah bergumam dalam hati:

“Ini buku… kok kayak nulis tentang aku, ya?”

“Kok rasanya kayak ada yang ngerti aku banget…”

Kalau kamu ngerasa kayak gitu…
Nggak usah buru-buru beli.
Serius.
Ini bukan kejar-kejaran diskon.
Bukan juga jebakan marketing murahan.

Tapi sebelum kamu tutup halaman ini dan bilang “nanti aja deh belinya”…
boleh aku cerita sedikit?

Buku ini udah ditunggu ratusan orang bahkan sebelum terbit.
Beberapa di antara mereka… bukan karena pengen koleksi,
tapi karena mereka juga lagi nyari teman.

Teman buat malam-malam yang panjang.
Teman buat nemenin overthinking sebelum tidur.
Teman buat dibaca ulang pas hati mulai ngeluh lagi,
dan hidup terasa berat lagi.

Karena buku ini bukan buku bacaan satu kali duduk.
Bukan juga bacaan sekali tamat, lalu selesai.
Buku ini kayak sahabat.
Yang bisa kamu buka kapan pun kamu lemah.
Yang bisa kamu peluk kapan pun kamu takut.
Yang kalimat-kalimatnya bisa kamu ulang-ulang kayak dzikir yang menenangkan dada.

Jangan Nyerah!
bukan sekadar 418 halaman.

Dia adalah 418 halaman pelukan.
418 halaman napas yang pelan.
418 halaman kata-kata lembut yang bilang: “Kamu cukup.”
418 halaman yang nggak habis-habis.

Baca dari bab mana pun bisa.
Nggak harus urut.
Karena setiap halamannya ditulis untuk satu hal:
Biar kamu bertahan satu hari lagi.

Dan kamu tahu…
Harga buku ini cuma 99 ribu rupiah.

Iya.
Lebih murah dari paket internet sebulanmu.
Lebih murah dari sekali ngopi di café kekinian.
Lebih murah dari satu kali dinner yang nggak ninggalin apa-apa kecuali nota.

Tapi…
bedanya:
Buku ini nggak akan selesai dalam satu hari.
Nggak akan habis kayak saldo e-wallet.
Buku ini bisa kamu simpan.
Kamu ulang.
Kamu bawa ke mana-mana.
Kamu baca ulang di tahun-tahun terberat hidupmu.

Dan dia… tetap bisa memelukmu.

Kami siapkan dua paket untukmu.
Bukan karena gaya-gayaan. Tapi biar kamu bisa milih, sesuai isi dompet dan isi hati.

1. Paket Ekonomis – Rp 199.000 Rp 99.000 (Harga Soft Launch)

📦 Kemasan tray sederhana
📚 1 buku Jangan Nyerah! senilai Rp 199.000
✅ 
1 lembar pembatas buku Jangan Nyerah
🎁 Tanpa embel-embel, tanpa hiasan, tapi tetap: isi hatinya sama

Kalau kamu merasa cukup dengan pelukan hangat lewat kata,
dan nggak butuh pernak-pernik,
paket ini bisa jadi pilihan.

Cukup bayar Rp 99.000 saja!

2. Paket Premium – Rp 299.000 Rp 199.000 (Harga Soft Launch)

Untuk kamu yang pengen lebih dari sekadar buku.
Yang pengen membawa semangat dan healing ke seluruh ruang hidupmu.
Dapetin produk senilai Rp 848.000 untuk pembelian paket Premium.

📦 Dikemas elegan dalam box eksklusif
✨ Di dalamnya kamu akan temukan:

✅ 1 Buku Jangan Nyerah! senilai Rp 199.000
✅ Sertifikat Infaq Jariyah Pengembangan Kawasan Masjid Sejuta Santri senilai Rp 50.000 (agar sembuhmu maksimal dan diridhail Allah, kamu perlu setidaknya memiliki satu partisipasi jariyah selama hidup)
✅ 1 lembar pembatas buku Jangan Nyerah
✅ 10 eBook Premium tentang self-healing, pemulihan diri, pengembangan diri dan kekuatan hati (bisa dibaca kapan pun, di ponselmu) senilai Rp 275.000
✅ 120 Menit Audiobook Motivasi (bisa kamu dengarkan di perjalanan, sebelum tidur, saat nyuci piring, atau pas lagi drop-dropnya) senilai Rp 99.000
✅ Poster A3 30-Day To Do List Qur’anic Self-Healing,  biar kamu punya arah pemulihan yang bisa kamu lihat setiap hari senilai Rp 25.000
✅ 40 Stiker Quote Penyemangat yang bisa kamu tempel di dinding, laptop, cermin kamar. Biar kamu nggak lupa, bahwa kamu layak untuk bangkit, senilai Rp 200.000

Cukup bayar Rp 199.000 saja!

Semua ini kami desain bukan buat gaya.
Tapi buat nemenin kamu secara menyeluruh:
Pikiranmu. Harimu. Kamar tidurmu. Bahkan perjalananmu.

Karena kami tahu,
kamu nggak butuh motivasi singkat.
Kamu butuh teman panjang.

Dan iya…
Stoknya terbatas.

Kami bukan jualan ratusan ribu eksemplar kayak perusahaan besar.
Kami cetak dalam batch kecil, agar setiap pembaca terasa dekat.
Agar setiap nama yang masuk daftar PO… kami kenal. Kami doakan.

Dan sekarang…
sisa PO tinggal sedikit.
Formulir terus masuk.
Beberapa daerah bahkan sudah waiting list sejak seminggu lalu.

Jadi kalau kamu merasa,
“Aku butuh buku ini…”
Tolong… jangan tunggu besok.

Bukan karena kami takut kamu batal beli.
Tapi karena kami takut kamu batal pulih.

📅 Pre-Order dibuka: 30 Agustus 2025
📦 Ready : 15 September 2025
🎉 Soft launching: 22 September 2025 (online)

Kalau kamu siap bertumbuh bareng buku ini…
Siap pelan-pelan pulih,
siap istirahat tapi nggak menyerah,
siap mengenal ulang dirimu sendiri,

Maka kita akan senang banget bisa kirimkan buku ini langsung ke rumahmu.

Respon Pembaca (Part 3)

⭐⭐⭐⭐⭐
“Saya nggak suka buku motivasi. Tapi buku ini beda. Kayak ngobrol sama temen yang relate banget. Banyak bagian yang bikin saya diem lama, sambil nahan air mata.”
TBH, Mahasiswa Teknik Mesin – 21 tahun

⭐⭐⭐⭐⭐
“Di bab tentang sandwich generation, saya ngerasa seperti dibacain isi hati saya. Bukan dimotivasi, tapi dipeluk. Buku ini… bukan cuma ditulis, tapi dirasakan.”
SF, Singlemom – 32 tahun

⭐⭐⭐⭐⭐
“Bab tentang ‘Toxic Family dan Trauma Pengasuhan’ tuh kayak nyeritain hidup saya. Tapi buku ini nggak nyalahin siapa-siapa, malah ngajarin saya maafin dengan cara lembut.”
YT, Anak Broken Home – 18 tahun

Kenapa Harus Ikutan PO Sekarang?

Kamu mungkin bisa beli buku ini nanti…
Tapi kalau kamu ikut PO (Pre-Order) sekarang, kamu akan dapat sesuatu yang nggak bisa kamu dapetin setelahnya.

PO bukan cuma beli lebih awal.
PO artinya:
📌 Kamu jadi bagian pertama yang merasakan pelukan buku ini.
📌 Kamu ikut ngebantu proyek kebaikan yang lebih besar.
📌 Dan yang paling penting: kamu dapat bonus-bonus eksklusif yang nggak akan dibagikan saat buku dijual bebas.

Bonus Eksklusif Selama Masa Pre-Order

🗓️ Pre-Order dibuka: 30 Agustus 2025
📦 Buku siap dikirim: 15 September 2025
🎉 Soft Launching & Zoom Bedah Buku: 22 September 2025

Paket Ekonomis (Tray) – Rp 98.000

✅ 1 Buku Jangan Nyerah! cetakan pertama
✅ Tanda tangan langsung dari penulis
✅ Tiket Zoom Eksklusif Bedah Buku Bareng Penulis

📍Hanya tersedia selama PO. Cetakan reguler tidak mendapatkan tanda tangan dan akses Zoom.

Paket Premium (Box) – Rp 198.000

✅ Semua yang ada di paket ekonomis
✅ + Pilih 1 Bonus Produk Pilihan dari Ghalibook seharga Rp 148.000:

  • 📘 Juz Amma Ghalibook – desain cantik, cocok untuk hafalan

  • ✍️ Mushaf Tulis Dewasa – untuk kamu yang ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an

  • 👧 Mushaf Tulis Anak – hadiah sempurna untuk anak atau keponakan

  • 📚 Aku Anak Hadits – buku edukatif untuk anak mengenal hadits sejak dini

Bonus produk akan dikirim bersamaan dengan bukumu. Kamu bisa pilih bonus saat isi formulir pemesanan.

Jujur aja…
Banyak yang udah masuk waiting list bahkan sebelum halaman ini tayang.
Jadi jangan heran kalau slot PO cepat penuh.

Apalagi ini cetakan perdana,
yang akan selalu jadi spesial — karena kamu termasuk pembaca pertama buku ini.

Nggak Cuma Beli Buku… Tapi Beli Pengalaman dan Perjalanan

Kamu bukan cuma beli kertas dan tinta.
Tapi kamu lagi invest buat versi dirimu yang lebih kuat, lebih lembut, dan lebih dekat ke Allah.

Dan kalau kamu ikut PO sekarang…
kamu jadi bagian dari peluncuran yang penuh harapan ini.

Karena setelah PO ditutup…
💬 Nggak ada lagi tanda tangan.
💬 Nggak ada lagi akses zoom pribadi.
💬 Dan bonus-bonus pilihan itu… nggak akan ada di toko mana pun.

Yuk, jadi bagian dari gelombang pertama pembaca Jangan Nyerah! yang bakal dibacain langsung isi hatinya.

👉 Isi formulir & amankan slot PO kamu sebelum penuh!

 

Masih Ragu? Nggak Apa-Apa… Boleh Coba Dulu, Kok

Kami paham, nggak semua orang bisa langsung yakin.
Apalagi kalau lagi capek hati, isi kepala berisik, dan semua hal di dunia terasa kayak “gimmick marketing” belaka.

Makanya…
kalau kamu masih pengen ngerasain dulu,
masih pengen kenalan sama isi bukunya,
kami sediakan sampel khusus yang bisa kamu baca gratis.

📘 Di dalamnya kamu akan dapat:

  • Kata Pendahuluan dari penulis

  • Full Bab 1 – Mereka Bilang Kita Rapuh dan Lemah

  • Cuplikan dari Bab 2 – Aku Punya Banyak Masalah, Tapi Dunia Nggak Punya Banyak Waktu Buat Dengerin
  • Cuplikan dari Bab 3 – Belajar dari 5 Guru Terbaik Dunia

  • Cuplikan dari Bab 4 – Mereka Juga Pernah Pengen Nyerah

  • Cuplikan dari Bab 5 – Manusia-Manusia Super yang Tak Pernah Dianggap Hebat

Semua bab itu cukup untuk bikin kamu tahu…
apakah buku ini benar-benar bisa menyentuh kamu,
atau hanya jadi buku biasa yang dibaca sekali lalu dilupakan.

💌 Silakan download versi sampel-nya di sini: