Ciri-ciri Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Ketika membaca kalimat dalam sebuah teks pasti kesal jika kalimat tersebut berbelit-belit dan susah untuk dipahami? Maka dari itu jika ingin membuat sebuah teks atau narasi perlu kaitannya memahami kalimat efektif dan tidak efektif.   Dengan memahami kalimat efektif dan tidak efektif, maka membuat teks atau narasipun akan terasa lebih mudah dipahami. Baik itu bagi yang membuat ataupun siapa saja yang membacanya.   Untuk lebih memahami apa itu kalimat efektif dan tidak efektif, cari tahu jawabannya di bawah ini.     Pengertian Kalimat Efektif   Pengertian  kalimat yang efektif adalah penggunaan kalimat dan ragam bahasa yang tepat dibaca dalam situasi kebahasaan yang tertentu pula.  Kalimat yang benar, jelas mudah dipahami orang lain secara tepat dinamakan kalimat efektif.   Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas, padat dan mudah dimengerti serta dipahami pembaca disebut dengan istilah kalimat efektif. Jadi garis besarnya adalah kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa. Memiliki makna yang  jelas dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Syarat  Kalimat Efektif Adapun syarat dari kalimat efektif adalah :
  1. Tidak Boros dan Bertele-tele
Buatlah kalimat efektif yang langsung padat dan jelas, tidak boros kata dan bertele-tele. Pastikan susunan kalimat yang Anda susun begitu padat namun singkat dan orang yang mendengar atau membacanya mudah menangkap maksud yang ingin Anda tujukan.
  1. Sesuai EYD
Syarat  yang utama dari sebuah kalimat efektif adalah menggunakan ejaan dan tanda baca yang tepat.
  1. Tidak Ambigu
Ketika membuat kalimat efektif sangat penting bagi Anda menghindari kalimat yang membuat pembaca jadi multiftafsir dengan kalimat Anda. Susunlah kalimat Anda dengan rangkaian kata yang ringkas, sistemastis, dan sesuai kaidah kebahasaan. Susunan kata yang seperti itulah yang membuat pembaca tidak akan kesulitan mengartikan maksud dari kalimat Anda sehingga tidak ada kesan ambigu.
  1. Sistematis
Susunlah kalimat efektif secara sistematis dari menuliskan subjek predikat dan itambahkan dengan objek, pelengkap, hingga keterangan. Jangan sampai susunan itu terbalik-balik dan justru memusingkan siapapun yang mendengar ataupun membaca. Ciri-ciri Kalimat Tidak Efektif
  1. Terdapat dua kunjungsi pada suatu kalimat yang memiliki dua klausa.
  2. Terdapat kunjungsi setelah tanda koma.
  3. Diawali dengan kunjungsi.
  4. Diawali dengan preposisi kemudian diikuti oleh predikat yang berimbuhan me.
  5. Tidak esuai EYD
  6. Tidak logis.
  Ciri-Ciri Kalimat Efektif :
  1. Kecermatan
Kecermatan dalam sebuah kalimat efektif adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsir ganda dari siapa saja yang membacanya dan dirasa tepat dalam pilihan kata. Contoh: Mahasiswa  angkatan 2013 Arini, jurusan Biologi yang terkenal itu menerima hadiah. (kalimat tidak efektif) Arini jurusan Biologi angkatan 2013 menerima hadiah. (kalimat efektif)  
  1. Kesejajaran
Ciri yang kedua adalah memiliki kesamaan dalam bentuk kalimatnya, jadi ketika ada bagian dalam kalimat yang menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka bagian kalimat seterusnya pun harus menggunakan me- pula. Contoh : Giska membantu penyebrang tuna netraitu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Kalimat di atas tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya sebab kata “menolong” menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sementara “dipapah” menggunakan predikat pasif dengan menggunakan imbuhan di-, harusnya menggunakan imbuhan me-, Maka kalimat di atas harus diubah : 1. Giska  membantu penyebrang tuna netra itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan 2. Penyebrang yang tuna netra itu dibantu Giska dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
  1. Kehematan
Kalimat efektif  juga harus hemat dan jangan menggunakan kata-kata yang tidak perlukan. Menggunakan kata-kata yang berlebihan hanya akan membuat bingung siapa saja yang membaca dan sukar memahami maksud kalimat tersebut. Contoh : Bunga-bunga amarilis, mawar, dan matahari sangat disukai Anira. Menggunakan kata bunga-bunga dalam kalimat di atas sebenarnya tidak perlu sebab kata amarilis, mawar, dan matahari terkandung makna bunga. Kalimat yang efektif adalah: Amarilis, mawar, dan matahari sangat disukai Anira.
  1. Penekanan
Kalimat efektif harus diberi sebuah penekanan dengan menggunakan kedua cara yang disebutkan di bawah ini, yakni :
  • Ubahlah posisi bagian yang penting di depan kalimat :
Contoh : Harapan ketua panitia adalah agar persoalan ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain Pada kesempatan lain, ketua panitia berharap kita dapat membicarakan lagi persoalan ini.  
  • Gunakanlah partikel partikel –lah, -pun, dan –kah dalam sebuah penekanan
Contoh : Harusnya Pemerintahah yang bertanggung jawab atas kerusakan jembatan itu. Mampukah kamu memcahkan masalah seserius itu?
  • Gunakanlah repetisi dengan mengulang-ulang kata yang dirasa penting.
Contoh : Dalam membina hubungan yang harmonis antara suami istri, antara orang tua dan anak, diperlukan adanya komunikasi yang intens dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
  • Gunakanlah pertentangan dengan menggunakan kata yang berlawanan makna dalam bagian kalimat yang ingin Anda tegaskan.
Contoh : Fania adalah anak yang pandai tetapi malas. Rani anak yang cantik, bukan jelek.
  1. Kelogisan
Ciri terakhir dari kalimat efektif adalah memiliki unsur-unsur hubungan yang logis dan bisa dimasuk akal. Contoh : Waktu dan tempat, kepadanya kami haturkan. Kalimat ini tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak bisa dipersilakan. Jadi kalimat yang benar adalah ; Kepada narasumber, kami persilakan untuk naik ke atas podium.  
  1. Kesepadanan
Ciri terkhir adalah kesepadanan, yang mana kesepadanan adalah menyeimbangkan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan. Ciri-ciri dari kesepadanan adalah
  • Dalam sebuah kalimat memiliki subjek dan predikat yang jelas. Anda bisa menghindarkan penggunaan kata dalam, untuk, di, bagi, pada, tentang, sebagai, menurut, mengenai dan sebagainya.
Contoh: Untuk semua siswa SMA Nusa Persada pada bulan Juni harus membayar uang daftar ulang. (kalimat tidak efektif) Semua siswa SMA Nusa Persada bulan Juni harus membayar uang daftar ulang. (kalimat efektif)
  • Tidak memiliki subjek ganda dalam satu kalimat
Contoh: Untuk soal nomor dua itu saya kurang jelas. (kalimat tidak efektif) Soal nomor dua bagi saya kurang jelas. (kalimat tidak efektif)
  • Tidak menggunkan kata penghubung intra kalimat pada kalimat tunggal.
Contoh: Tim Basket SMA 7 kemungkinan akan datang terlambat. Sehingga tidak dapat mengikuti briefing. (kalimat tidak efektif) Tim Basket SMA 7 kemungkinan akan datang terlamba sehingga tim kami tidak dapat mengikuti briefing. (kalimat efektif)
  • Tidak boleh mendahului predikat kalimat dengan kata yang
Contoh: Ketan adalah makanan khas yang berasal dari  Jawa. (kalimat tidak efektif) Ketan adalah makanan khas dari  Jawa. (kalimat efektif)   Hayoo.,.. kira kalimat yang sudah Kamu buat termasuk kalimat efektif tidak? Yuk, koreksi ulang tulisan Kamu.  

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *