Diksi adalah pemilihan kata yang sulit dipilih ketika membuat sebuah karya sastra. Baik itu sedang membuat puisi, cerpen, novel ataupun karya sastra lainnya. Kehadiran diksi yang menarik dan menyentuh pembaca akan mebuat sebuah karya sastra itu lebih hidup.
Ya, diksi adalah pilihan kata yang memerlukan kejelihan dari seorang penulis untuk menghidupkan karyanya. Jika pemilihan diksinya tidak menarik, maka pembacapun jadi tidak ikut tertarik membacanya.
Pengertian Diksi
Diksi adalah salah satu istilah yang kerap sekali digunakan oleh penulis dalam dunia sastra. Penggunaan diksi biasanya dilakukan oleh seorang penulis untuk membuat karya sastranya menjadi lebih menarik.
Kehadiran diksi yang tepat diharapkan bisa membuat pembaca lebih mudah memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Keberadan diksi juga bisa lebih menyesuaikan kalimat yang dimaksudkan seperti apa yang ingin digambarkan oleh si pengarang karya sastra.
Dalam dunia karang-mengarang baik prosa maupun puisi, diksi sangat berkaitan dengan gaya bahasa yang digunakan oleh penulis. Pilihan atau penggunaan kata yang dipakai oleh penulis dapat menjadikan sebuah kata memiliki banyak makna yang bisa ditafsirkan.
Kata sendiri dapat diartikan secara leksikal atau konseptual. Bisa pula sebuah kata diartikan secara kontekstual, disesuaikan dengan situasi pemakaiannya. Sebuah kata sendiri juga bisa diartikan secara kontekstual maupun leksikal ketika mengungkapkan maksud yang bermakna konotatif maupun denotatif.
Selain makna yang merujuk pada denotatif atu konotatif, di dalam bahasa Indonesia juga terdapat pula makna idiomatik, seperti majas, ungkapan serta peribahasa.
Fungsi Diksi
Fungsi diksi dalam dunia sastra adalah :
- Membuat pembaca ataupun pendengar menjadi lebih memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis atau pengucap.
- Komunikasi menjadi jauh lebih efektif dengan menggunakn diksi yang tepat.
- Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal.
- Membentuk gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pembaca/pendengar.

Leave a Reply